Minggu, 09 Maret 2014

Dari sahabar untuk sahabat

Sudah hampir setahun kita berpisah masih tersimpan begitu  banyak kenangan bersama kalian sahabatku...
 ketika kita masi berkumpul untuk bertholabul ilmi, di antara banyak kenangan yg akan ku simpan dan menjaganya dengan baik ialah beberapa lembaran yg berisi untaian nasehat dari kalian sahabat....
ku masih menyimpannya...
kini kan urai sedikit isi lembaran'' yg masih tersimpan rapi itu...


# Dari lathifah ummu husain
   *memilih teman dalam menuntut ilmu*
sepantasnya bagi penuntut ilmu untuk tidak bergaul kecuali dengan org yg bisa memberikan faedah ilmu antar dia (teman tersebut) bisa mengambil faedah ilmu darinya.
   Bila dia ingin ikut dalam berteman atau di ajak berteman dngan seseorang yg menyianyiakan umurnya,tdk bisa memberikan faedah ilmu,tdk pula bisa mengambil ilmu darinya,tidak bisa menolongnya untuk urusan yang sedang di tempunya (yakni ilmu)  maka hendaknya dia dengan lemah lembut memutuskan jalan pertemanan tersebut,dari awal sebelum hubungan itu menjadi erat, karna bila sesuatu itu telah kokoh, akan sulit menghilangkannya, dan di antara ucapan yg beredar di kalangan fuqohah "mencegah lebih mudah dari pada menghilangkan"
   Bila dia membutuhkan teman hendaknya dia memilih teman yg sholeh,beragama,bertaqwa,waro',cerdas, banyak kebaikannya lagi sedikit keburukannya, baik daam bergaul, dan tidak banyak berdebat,bila dia lupa teman tersebut dapat mengingatkannya,bila dia coba mengingat teman tersebut bisa membantu, bila dia sedang bosan temannya ini bisa menyabarannya.
 {panciro/24/6/2011}

# Dari kak oyha/ Ruqoyyah
  *Sabar*
kesabaran adalah senjata bagi setiap ujian, karna sang robb tak akan memberikan ujian yg berat terhadap hambanya, kesabaran bagaikan ujian semester,siapa saja yg dapat menyelesaikan dengan baik, maka dialah sang juara, dan ia akan berada di tempat bersuasana beda, di tempat yang nyaman karena merasakn manisnya sabar...
   Untuk menilai seseorang,hendaklah jangan menilai dari sisi wajah, keturunan,ataupun material, karena Alah tidak memandang semua itu, tapi melihat keadaan hatimu, apakah yg dikandungnya adalah keimanan dan hanya keimanan yg akan dipandang oleh Allah terlebih dahulu, dengan keimanan itulah akan di tuntut dari Allah mendapatkan kebahagiaan yang walaupun hidup berada dalam kemiskinan, hidup bergelimpang harta bukanlah satu jaminan untuk memperoleh segalanya dengan mudah, harta hanya bisa memenuhi kebutuhan fisik saja sedangkan dia menjadi rapuh,gelisah dan tidak tau apa yg sebenarnya yg di carinya dalam hidup ini???
   {panciro/27/6/2012}

#Dari  kak Rofiqoh ummu tsabit
   *Cinta dunia merupakan dosa besar*

Al-imam al-hasan al-basri rohimahullah berkata: "Tidaklah aku merasa heran terhadap sesuatu seperti keherananku atas orang yg tidak menganggap cinta dunia sebagai dosa besar, Demi Allah...
sungguh mencintainya benar-benar termaksud dosa yg terbesar. Dan tidaklah dosa-dosa menjadi bercabang-cabang melaikan karna cinta dunia, bukankah sebab di sembahnya patung-patung sebab di maksiatinya Ar-Rohman tak lain karna cinta dunia dan lebih mengutamakannya.
 Al-imam sufyan ats-tsauri rohimahullah berkata: "Telah sampai kepadaku bahwasanya akan datang suatu masa kepada umat manusia dimana pada masa itu hati-hati manusia di penuhi oleh kecintaan dunia, sehingga hati-hati tersebut tidak dapat di masuki oleh rasa takut terhadap Allah, Dan itu dapat engkau ketahui apabila engkau memenuhi sebuah kantong kulit dengan dengan sesuatu hingga penuh, kemudian engkau bermaksud memasakan barang lain kedalamnya namun engkau mendapati untuknya...
Beliau berkata pula: "sungguh aku benar'' dapat mengenali kecintaan seseorang terhadap dunia dari cara peng hormatannya kepada ahli dunia".


...jazakunnallahukhoyron...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar